(0362) 21648
ka.kbppbll@gmail.com
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Jeda Akhir Semester Tahun 2025 yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Busungbiu.

Admin daldukkbpppa | 11 Desember 2025 | 60 kali

Kamis, 11 Desember 2025 – Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Buleleng hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Jeda Akhir Semester Tahun 2025 yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Busungbiu.


Kegiatan ini merupakan salah satu program sekolah dalam mengisi masa jeda akhir semester dengan berbagai aktivitas edukatif dan pembinaan karakter bagi para siswa. Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah mengundang Dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng untuk memberikan pemahaman mengenai isu strategis yang berdampak pada tumbuh kembang remaja, khususnya terkait Pencegahan Stunting.


Dalam undangan yang diterima, pihak sekolah memohon agar Dinas P2KBP3A dapat menugaskan pejabat atau narasumber yang membidangi Pencegahan Stunting untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa. Hal ini bertujuan agar remaja — sebagai calon orang tua di masa depan — memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehidupan berkeluarga.


Dalam paparannya, narasumber menyampaikan berbagai materi penting, antara lain:


Pengertian dan dampak jangka panjang stunting terhadap kualitas sumber daya manusia.


Faktor risiko stunting yang dapat dicegah sejak remaja, seperti anemia, perilaku hidup tidak sehat, dan kurangnya pengetahuan tentang gizi.


Pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga melalui pendekatan Generasi Berencana (Genre).


Peran remaja dalam menjaga kesehatan diri sebagai modal membangun keluarga yang berkualitas di masa mendatang.



Selain itu, siswa juga diajak berdiskusi interaktif mengenai gaya hidup sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta bagaimana memilih makanan bergizi yang mudah dijangkau sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman selama sesi berlangsung.