(0362) 21648
ka.kbppbll@gmail.com
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Buleleng Tahun 2025

Admin daldukkbpppa | 10 Maret 2025 | 90 kali

Senin, 10 Maret 2025 || Waktu, 09.00 Wita-selesai 


Dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Buleleng Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gedung Laksmi Graha Singaraja.


Dalam rangka membangun komitmen bersama dan meningkatkan koordinasi dalam menentukan arah pencegahan dan penanganan, serta perbaikan tata kelola percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng Tahun 2025, Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Percapatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Launching Program Genting.


"Melalui Rakor ini bertujuan secara khusus guna Penguatan Komitmen dan Peran Pemerintah Daerah serta mitra kerja melalui gerakan orang tua Asuh Cegah Stunting di Kabupaten Buleleng dan Merumuskan rencana Kerja dan Rencana Aksi dalam kegiatan Prioritas Pencapaian Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Buleleng

serta Optimalisasi pemanfaatan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2024 sebagai basis data pencapaian Sasaran Kinerja dan Penurunan angka Stunting" ujar Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng.


Dalam Sambutan Bupati Buleleng menegaskan "Kami Minta dengan

upaya Gotong  Royong para pihak menjadi orang tua asuh bagi balita stunting dan keluarga beresiko stunting dengan pemberian bantuan mencangkup nutrisi berupa makanan

bergizi serta dukungan non nutrisi seperti eduksi, sarana santi, air bersih, jamban dan

Pemberdayaan keluarga. kita berharap melalui program genting, Balita Beresiko Stunting dapat tumbuh Sehat, Cerdas dan Kuat".


Melalui rapat Koordinasi Percepatan

Penurunan Stunting ini, dan Launching Program Genting, diharapkan dapat menumbuhkan harapan dan keyakinan bahwa buleleng mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta berdaya saing, tidak ada seorangpun yang boleh tertinggal dari akses layanan dasar dan perlindungan sosial. Pada kesempatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis PMT untuk sasaran keluarga berisiko stunting (ibu hamil dan baduta) yg berupa beras, telur, daging ayam dan susu