MITOS IUD

  • Admin Daldukkbpppa
  • 11 Juli 2019
  • Dibaca: 256 Pengunjung

Mengapa IUD dan Implan kurang diminati? berdasarkan data yang didapat dari BKKBN ( Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) 2015, tercatat kalau penggunaan Implan dan IUD di Indonesia masih terbilang rendah dengan hanya 11.07% peserta KB aktif IUD dan 10.46% Implan. Angka ini berbanding jauh dengan peserta KB aktif PIL dan KB Suntik yang memiliki presentase lebih dari 60% peserta KB aktifnya. 

 

Tentu tidak ada salahnya menggunakan PIL dan KB Suntik karena keduanya memiliki manfaat yang sama yaitu untuk mencegah kehamilan atau menjarakkan kehamilan. Namun jika dilihat dari sisi efektifitas, efisiensi dan lama penggunaannya, IUD dan Implan adalah alat kontrasepsi yang paling tepat. Karena kedua alkon tersebut memiliki masa penggunaan yang lebih lama.

 

IUD bisa digunakan hingga 10 tahun dan implan hingga 4 tahun, hanya sekali pasang dan tidak perlu membeli secara rutin seperti PIL dan KB Suntik yang kalau dihitung akan jauh lebih boros karena perlu rutin dilakukan tiap hari untuk PIL dan tiap minggu atau bulan untuk KB Suntik. Masalah kesuburan, IUD dan Implan pun akan langsung mengembalikan kesuburan begitu kedua alat tersebut dilepas.  

Share Post :